insensible nonsense*
September 27, 2007
posted by driE at 11:12:00 AM

Alkisah adalah sebuah ban serep yang tinggal di bagasi gelap sebuah sedan hitam mengkilat. Ia selalu merasa kesepian, sehingga setiap kali tutup bagasi dibuka dan cahaya matahari berhasil mengintip memecahkan kegelapan itu, hatinya dipenuhi dengan harapan bahwa sang pemilik akan mengulurkan tangan dan mengambilnya. Tetapi seperti biasa, harapan itu hanyalah sebuah harapan kosong.

Hari itu, semuanya berbeda. Saat mobil itu sedang meluncur dengan mulus, tiba-tiba terdengar suara "BOOM" keras dan mobil terhenti saat itu juga. Bagasi terbuka dan tidak seperti biasanya, sang ban serep diambil oleh pemiliknya untuk menggantikan ban yang pecah tadi. Oh, betapa senang hati ban serep itu! Dia bisa berguna bagi pemiliknya, dan ia bisa menikmati semua pemandangan yang selama ini sudah ia lewatkan.

Mobil berhenti di depan sebuah bengkel. Si ban serep dicopot, dimasukkan kembali ke dalam bagasi, tanpa sebuah kata "terima kasih"pun. Dan ban serep itu kembali dalam kesepian dan kegelapannya. Tidak lama ia mempunyai kesempatan untuk menjadi berguna bagi si pemilik mobil. Bahkan walaupun ia sudah membantu, seakan-akan tidak ada yang peduli.

Betapa menyedihkannya hidup menjadi sebuah ban serep.
 
September 23, 2007
posted by driE at 10:34:00 PM

Hari ini gw main cutaiti sama temen-temen gw. In one of the rounds I actually got really good cards sampai temen-temen gw tuh heboh sendiri ngeliatnya. Hehe. Tapi toh at the end of the round gw kalah juga. Because you know what? It's not about the cards you're dealt. It's about how you play it. Gw kalah soalnya gw mainnya asal banget, secara gw ngga gitu bisa main ya. Jadinya gw ngga pakai strategi or anything. Asal main aja.

Sometimes gw simpen kartu-kartu gw yang menurut gw nanti bisa gw keluarin as a set. Misal, jadi full house. Atau straight flush. Gw kekepin itu kartu, kekeuh ngga mau keluarin as pairs or as singles. Akhirnya malah ngga ada kesempatan buat gw keluarin dan kartu-kartu itu malah bikin gw kalah.

It's not about the things you are given in life. It's about how you deal with it and what you do with it. Mungkin kita punya tampang jauh diatas rata-rata. Punya keluarga yang kaya difoto-foto brosur real estate. Mau beli apapun tinggal minta. Good cards, right? Tapi kalau seandainya kita "mainin"nya ngga bener, nanti ujung-ujungnya juga jadinya jelek. Karena kita tau mau apapun tinggal minta dan pasti dikasih, kita jadi spoilt brat. Nge-drugs. Clubbing. Minum-minum. Main cewe/cowo. Sama aja kaya kartu gw hari ini. Gw dapet full house nya 2-2-2-As-As. Dapet straight flush. Tapi karena gw ngga bisa maininnya, akhirnya kalah.

Atau mungkin tampang pas-pasan. Keluarga broken home. Dompet ngga pernah ada isinya. If you deal with it well, you might make it in this cruel, cruel world. Gw tau kok seseorang kaya gitu. Yang waktu kecilnya harus jualan es mambo di lampu merah tapi sekarang sukses.

When life gives you lemons, are you gonna bust out the tequila and salt.. or down it sour?
 
September 20, 2007
posted by driE at 1:46:00 AM


Yes yes.. just that.
 
September 15, 2007
posted by driE at 11:40:00 PM

Say whatever will be will be
Take the good, the bad
Just breathe

'Cause although we like
To know what life's got planned
Things like that are never in your hands

No one knows if shooting stars will land
 
September 14, 2007
posted by driE at 2:01:00 PM

Rasanya ada yang hilang...

Apa ya?
 
September 11, 2007
posted by driE at 10:39:00 PM

Seakan berjalan dalam kegelapan
Tak mengetahui apa yang ada dihadapan
Kehilangan segala pegangan
Hidup dituntun oleh angan

Kuandalkan kekuatanku sendiri
Tak lagi percaya apapun di dunia ini
Aku mau sesuatu yang pasti
Yang tak akan membiarkanku terluka lagi

.. is that too much to ask?
 
September 03, 2007
posted by driE at 11:38:00 AM

Inget posting gw yang ini?

Kemarin ada kejadian lucu related to that. Jadi ceritanya gini.. Gw kan sekarang kerja di Subway ya (tukang jualan sandwich, bukan kereta bawah tanah :P), terus ada customer dateng. Nah gw tuh dari awal udah berasa nih orang kok familiar banget. Pas gw lagi bikinin sandwichnya trus gw lirik-lirik ini orang, dia pake seragam Greater Union gitu. Then gw tiba-tiba inget!

*flashback*

Gw lagi di Greater Union, mau beli minum sama popcorn. Yang ngelayanin gw itu satu cowo blonde yang tampangnya sih asli nyebelin banget. Pas ngelayanin tuh rude banget, trus pas kita bilang thank you it was as if we didn't say anything and just walked away. Uhhhh.. gw ngga tahan sama orang kurang ajar!

The next time kita kesana, kita mau nonton Pirates 3. Kita udah beli tiketnya lewat internet so we could jump the queue, kasih registration numbernya, lalu dapet tiketnya. Naaahh... waktu itu gw dapet si cowo blonde yang rude itu lagi. Yang beli tiketnya kan kk gw sama ce nya, sedangkan mereka datengnya telat jadi suruh gw yang ambilin tiketnya dulu. Gw kasih registration numbernya terus dia dengan kasarnya bilang gini, "I don't need that number! What's the name?" I was like.. what? Gw ngga yakin belinya pake nama kk gw apa nama ce nya, jd pertama gw kasih nama kk gw dulu. Terus gw bilang sama dia gw ngga yakin namanya itu bukan. He asked me to spell it out and when I did, tebak dong dia ngapain? "Shhhh... shhhh!!" sambil angkat tangannya gitu. Loh! Dia yang minta gw spell namanya! Bo, gw panas! Dan dia gituin gw ngga cuma sekali!

Gw samperin orang lain terus minta ngomong sama managernya. Managernya bilang kalau gw mau complain harus kirim surat. Malesin banget.

*back to the future*

So back to yesterday, yeap, the guy yang gw layanin itu the very same guy yang suruh gw diem. Haha. Coincidence? Gw sih cuma ketawa aja, but there were all these evil plans in my head. Gyahahah. Tapi nanti kesian bos gw kalau ada customer complain gara-gara sakit perut abis makan Subway. Hehe. Gw sih cuek aja.

Makanyaa... you never know orang yang loe treat like a piece of nothing itu siapa.. Tau-taunya dia itu orang yang bikin sandwich loe gimana hayooo..??? ;)