Alkisah adalah sebuah ban serep yang tinggal di bagasi gelap sebuah sedan hitam mengkilat. Ia selalu merasa kesepian, sehingga setiap kali tutup bagasi dibuka dan cahaya matahari berhasil mengintip memecahkan kegelapan itu, hatinya dipenuhi dengan harapan bahwa sang pemilik akan mengulurkan tangan dan mengambilnya. Tetapi seperti biasa, harapan itu hanyalah sebuah harapan kosong.
Hari itu, semuanya berbeda. Saat mobil itu sedang meluncur dengan mulus, tiba-tiba terdengar suara "BOOM" keras dan mobil terhenti saat itu juga. Bagasi terbuka dan tidak seperti biasanya, sang ban serep diambil oleh pemiliknya untuk menggantikan ban yang pecah tadi. Oh, betapa senang hati ban serep itu! Dia bisa berguna bagi pemiliknya, dan ia bisa menikmati semua pemandangan yang selama ini sudah ia lewatkan.
Mobil berhenti di depan sebuah bengkel. Si ban serep dicopot, dimasukkan kembali ke dalam bagasi, tanpa sebuah kata "terima kasih"pun. Dan ban serep itu kembali dalam kesepian dan kegelapannya. Tidak lama ia mempunyai kesempatan untuk menjadi berguna bagi si pemilik mobil. Bahkan walaupun ia sudah membantu, seakan-akan tidak ada yang peduli.
Betapa menyedihkannya hidup menjadi sebuah ban serep.
