mengeluarkan suara tak ada yang dengar
seakan-akan berbahasa dunia luar
bagai seorang autis di dunianya sendiri
kata apapun tak ada yang mengerti
berteriak dan menangis layaknya gila
karena begitu dalam hati terluka
mereka tertawa dan terus berjalan
tak mengambil sedetik untuk pikirkan teman
dunia yang memalukan
semua berusaha untuk saling menaklukan
seperti tak punya urat malu
hanya diri sendiri yang dipikirkan selalu